Secretly spreading whispers.


Apologize
November 27, 2007, 10:14 pm
Filed under: Curhat

 

Guys,
IKJ Metal Fest is 3 days ahead. Sorry I won’t join with GELAP to rockin
out the stage together because I’m out of town [Bali] from
Friday-Sunday, I have some things to do. Be there & have some fun,
will ya?! Luv u all *kisses*

~Goddess~

   



Bisa gilaa…!!!
November 21, 2007, 8:48 pm
Filed under: Ngaco-ngacoan

24 November…

25 November…

30 November…


01 Desember…

09 desember…

16 Desember

Lama-lama saya bisa gila…

*deep inhale*

~G~
 



Restoran Abunawas, Matraman Jakpus
November 20, 2007, 12:42 am
Filed under: Recommended
Baru
aja balik dari resto ini, perut melendung udah kaya hamil 7 bulan,
kekenyangan dan bego [ktemu kasur bisa langsung lewat]. Sumpah gw ga
bisa bilang apa2 atau cas cis cus soal makanannya secara detail dan
menu2nya juga. Yang pasti bagi yang suka banget makanan Arab, terutama
nasi briyaninya, tempat ini emang paling top deh! Kebetulan karena
makan rame2 sama temen2 kantor, kita jadi pesen VIP room yang cukup
nampung 30-an orang. Tempatnya bergaya lesehan dengan sofa lantai &
bantal2 yang nyaman banget. Dekor cahayanya remang-remang kemerahan.
Bikin betaaah banget berlama-lama males2an disitu terutama pas perut
udah kenyang. Sambosa-nya paling gw suka [semacam gorengan yang isinya
daging cincang]. Untuk nasi briyani gw sukanya yang bukan bumbu tomat.
Tapi yaaa, scarra gw orang minang jadi agak "down" aja karena ternyata
sambel nya sama sekali ga pedes alias isinya tomat smua!! Saking
desperate-nya gw makan nasi briyani pake cabe rawit. Sampe dibilang
aneh sama temen gw. Sebodo dah!! Kebab-nya oke, walau ga bisa dibilang
lezat banget.

Lumayan
mengurangi kangen gw sama masakan Arab waktu gw umroh 3 tahun yang
lalu. Puas lah [terutama karena gratis! hehehe...], agak nyesel juga
lupa bawa camera gw buat foto2 suasana disana siang ini, terutama VIP
room-nya. Nyaman banget…!!

Enjoy the review I took by Googling it.
~G~

************

Mendengar
nama Abunawas, ingatan sebagian besar di antara kita pasti akan
melayang ke negeri 1001 malam. Terlintas bayangan seorang laki-laki,
dengan baju khas, kumis melintang dan sepatu dengan ujung melengkung
keatas.

Paling tidak, sebagian dari bayangan itu memang akan
ditemui jika kita mengunjungi restoran Abunawas. Walaupun tidak semua
pramusajinya mempunyai kumis melintang, namun pakaian yang dikenakan
memang mirip dengan tokoh yang dikenal cerdik ini. Soal makanan, jangan
tanya. Memang restoran ini (terutama) menyajikan masakan gaya Timur
Tengah.

Teh Mint dan Salad Ala Abunawas

Iga kambing Bakar

Cukup lama saya mengamati daftar makanan dan minuman yang tertulis di menu yang disodorkan salah satu “Abunawas”.
Walaupun menampilkan diri sebagai restoran Timur Tengah, di restoran
yang berdiri sejak tahun 1999 ini ada sejumlah makanan dan minuman
“bukan dari sono” yang tercantum di menu. Dan itu tidak masuk dalam
hitungan saya. Dengan memperhitungkan perut yang baru saja meninggalkan
bulan puasa, akhirnya saya pilih beberapa menu yang nampak menarik
untuk dicoba.

Sebagai appetizer, saya pilih Salad ala Abunawas, yang resminya bernama Fatush. Ditambah dengan Samosa. Supnya, saya pesan Sorbaht adas alias lentil soup. Untuk main course saya pesan iga kambing bakar alias Riyash Ghonam. Menu ini dimakan dengan roti Qobush. Selain itu, saya tertarik juga dengan nasi briyani. Nasi Briyani
yang tersedia dapat disertai daging kambing atau ayam. Karena sudah
pesan iga kambing bakar, saya pilih nasi briyani dengan ayam. Selain
itu, karena tertarik saya juga pesan Mugalgal Musyakal,
alias tumisan daging, hati dan ginjal. Karena sudah banyak makanan yang
dipesan, dessert saya lewatkan. Sebagai penutup, saya pesan teh daun
mint. Begitu banyak ya, menu yang saya pesan. Jangan lupa, saya berdua
dengan ketua NCC!

Tamu Bergantung Bulan

Nasi Briyani

Sambil menunggu pesanan, saya berbincang dengan manajer restoran ini. Manurut bung Yasir manajer Abunawas,
tamu yang mengunjungi restoran ini bergantung pada bulan. Pada
bulan-bulan Juni-Agustus, kebanyakan tamu berasal dari Timur Tengah.
Mereka adalah para pengusaha yang sedang mengadakan perjalanan bisnis
ke Indonesia. Restoran ini memang didirikan oleh pemiliknya sebagai
diversifikasi usaha, yang banyak terkait dengan wilayah Timur Tengah.
Di luar bulan-bulan itu dapat dipastikan yang memadati restoran ini
adalah orang-orang kita.

Ada perbedaan kebiasaan makan antara
orang Indonesia dan warga Timur Tengah. Jika orang-orang kita umumya
memadati restoran pada saat jam makan tengah hari, warga Timur Tengah
umumnya baru datang ke restoran di atas jam 3 sore. Bisa jadi mereka
terlebih dahulu menyelesaikan urusan bisnis, baru mengurusi perut. Lain
padang, lain belalangnya kali ya….

Private Room dan Lesehan

 

Oleh
manajer Abunawas, sdr. Haris, saya diajak ke lantai dua. Di lantai
bawah, disiapkan untuk mereka yang menghendaki cara makan konvensional.
Maksudnya, duduk di kursi. Saya menghendaki gaya makan model asli
negara 1001 malam. Timur Tengah tradisional tidak mengenal kursi, tapi
memanfaatkan Jalasa Arabi, alias duduk lesehan di karpet.

Ada dua macam lesehan yang disediakan restoran ini. Lesehan di ruang “terbuka”, atau di private room. Untuk private room ada jumlah minimum yang harus dipenuhi.

Di
ruang lesehan “biasa” terdapat pernak pernik kuliner, yang dijadikan
pajangan maupun yang biasa dipakai. Salah satunya adalah sandaran
tangan, yang biasanya digunakan untuk bersantai sambil mengisap
tembakau gaya Badui, alias Sosha. Berhubung saya bukan
perokok, saya cuma minta ditunjukkan caranya mengisap tembakau gaya
padang pasir. Gaya merokok seperti ini pernah menjadi “mode” di
kalangan tertentu di Jakarta, karena dianggap eksotis (dan katanya
rasanya juga lain, walau saya gak ngeh gimana membedakan rasa asap, he..he..).

“Kuah” Yogurt

 
Sambosa

Puas berbincang dan melihat beberapa private room,
menu yang saya pesan mulai disajikan oleh pramusaji berpakaian a la
Abunawas. Saya mencoba “tertib” dengan pertama kali makan salad. Yang
berbeda dengan salah kebanyakan (di restoran Barat, maksud saya) adalah
adanya potongan-potongan kecil roti khas Timur Tengah. Bahan lainnya
adalah potongan timun, wortel, tomat, daun salad, ditambah beberapa
butir buah zaitun hitam dan daun mint sebagai garnish. Dressingnya
adalah apple vinegar.

Sambil makan salad, saya nikmati Sambosa hangat.

Tidak
sampai habis salad, saya masuk ke main course daging iga kambing bakar.
Cara makannya pakai tangan, dengan menyobek roti segigitan, lalu makan
daging iga yang (untuk ukuran lidah tradisional Indonesia) terasa agak
hambar. Lebih tepatnya, rasanya masih alami.

Sebagai bangsa yang
terkenal sebagai “pemakan” daging, warga Timur Tengah punya banyak cara
untuk menghilangkan rasa “nek” karena mengkonsumsi daging. Salah
satunya adalah dengan makan (atau minum ya?) semacam sup yang terbuat
dari yogurt. Dengan menyeruput cairan berasa asam ini seketika hilang
sisa rasa daging atau lemak di mulut.

 
Mugalgal Musyakal

Tidak sampai habis iga bakar, saya beralih ke nasi briyani daging ayam. MMmm, enak juga. Saya sengaja pesan Nasi Briyani “kombinasi”,
sesuai saran manajer restoran ini. Maksudnya, separo porsi adalah nasi
briyani dengan bumbu tomat, separonya lagi bukan. Jadi, saya bisa
merasakan dua-duanya. Jadi ingat menu Magelangan. Nasi goreng campur
mie goreng.

Berhubung sudah banyak menu yang disantap, walau
cuma sebagian-sebagian, perut sudah mulai memberi sinyal penuh. Saya
stop makan dan ganti menikmati teh daun mint. Sebenarnya seperti teh
biasa, cuma sebelum dituang ke gelas, terlebih dahulu diberi daun mint.
Terasa aroma “odol” yang menyegarkan.

Menu Paket

Teh Mint

Untuk
keperluan perayaan, atau rombongan, restoran ini menawarkan menu paket.
Maksudnya, antara lain, supaya tidak susah mikirin menu yang kadang
mesti ditanyakan dulu kepada para Abunawas-wan dan Abunawas-wati.
Dengan paket 1 seharga Rp55ribu/pax kita sudah bisa menikmati menu
makanan lengkap. Jika mau tambah jenis makanan utamanya, plus dessert
yang lebih variatif, cukup pesan paket Rp 75ribu/pax.

Atau, jika lebih suka masakan kambing, ada paket satu ekor kambing seharga Rp 1 juta. Biasanya bisa dinikmati sampai 30 orang.

Minat?
Silahkan datang ke restoran yang terletak di Jalan Matraman No.15,
Jakarta Timur. Atau, di dekat gedung Fuji Matraman, ke arah Jalan
Proklamasi. Restoran ini buka tiap hari, jam 9-24 malam. Telpon
021-8583914. Restoran yang didirikan oleh Bp. Mari’e Amir Thalib ini
juga melayani outside catering dengan jumlah minimum 40 pax. ( Photos & Stories by Wisnu AM )

 

 



Going twenty three… Happy Birthdew!!
November 14, 2007, 8:29 pm
Filed under: Just another crappy brainwaste

Happybirthdaycake

Make a wish

……………………………………..

……………………………………….

…………………………………

…………………….

…………..

……..

…..

 

Amin…

 

*blow
candles*

 

 

// November 15, 2007
00.00 am Iwed’s bedroom \\



Beauty is natural
November 13, 2007, 1:20 am
Filed under: Curhat

Iwed
Dunno why but I’m in a very bad
mood to put make-up when goin to work. It’a been 3 days since I let my face
plain without any “bling-bling” at my face.

Many people got noticed in my you-look-so-pale
face when they stare at my face,

“what’s with your eyes? Are u sick?” that would be the first
question I get from them. Yeah, I do have these asian-slanted eyes I inherit
from my mom. I just put some mascara in it and they say that actually I have a
pair of beautiful eyes that I don’t have to hide them with my bold eye-liner,
and that I look prettier like this.

And yeah, sometimes be natural
is even more beautiful. I feel that too, and somehow recently I feel so comfy
to let my face plain like this. Somehow I feel fresher than usual

Beauty is natural… agree! For now,
dunno bout tomorrow, though *giggle*

“We can see whether that woman has the real beauty or not by looking at
her face straightly after she wakes up from her sleep” [a friend of mine]

You think?
 

~G~



Weekend kemarin…
November 12, 2007, 2:19 am
Filed under: Curhat

Weekend
kemarin tuh emang NGGA BANGET deh! Sabtu siang jam1.30-an gw udh kinclong berat
mo ke Blok.M janjian sama vokalis gw, Rince, untuk latian di daerah Joglo
seperti biasa jam.5 sore. Tatoo
Sampe Blok.M Rince belum datang, jadilah gw ngemil french
fries dulu di McD sendirian. Tiba2 sms dari Rince datang dan bilang maaf krn
motornya masih di pake suaminya dan suaminya blm sampe rumah juga. Si mami udah
ngamuk2 di sms gw dengan bahasa yang gw yakin kalian ga akan mau denger
[huehehehe…]. Gw coba untuk nyabarin dia dan wishing moga2 lakinya cepet balik.
15 menit, 30 menit sampe 45 menit [dan french fries gw udah habis..] dia blm
juga nongol batang idungnya. Tiba-tiba

JDERRRR!!!!

Bunyi
geledek kenceng banget sampe gw terkaget2, ternyata gw sukses bengong selama
beberapa menit sampe ga notice kalo langit diluar udah gelap banget [band gw
banget dah pokoknya! Halahh…]. Gw sms Rince untuk sekedar ngingetin kalo cuaca
udah threatening banget, dan dia baru aja mau jalan dr rumahnya. Ga sampe 15
menit ujan deres sama angina kenceng udah turun. Alhasil Rince keujanan, basah
kuyup. Dan kita ga jadi latian [sedangkan temen2 band gw yang lain udah sampe
studio dengan selamat, huff!!]. akhirnya temen2 band gw latian tanpa vokalis
[mana mereka bilang damai sejahtera banget lagi ga dengerin bacot2nya 2 vokalis
gendeng, rese bener emang jadi temen band. Ga suportif banget! Hehehe…]

Blok.MPlazasanaAkhirnya
kita Cuma menghangatkan diri di Ayam Bakar Ganthari belakang Blok.M Plaza
nunggu ujan reda, after ujan agak redaan Rince nganterin gw balik sampe Arion
dan dari sana lanjutin perjalanan ngangkot sendiri sampe Gading [nasib dah!]. sampe rumah
jam 7 malem, kedinginan, basah kuyup, capek pastinya, dan NGGA JADI LATIAN! 

Hari
minggunya gw udah janjian sama temen kantor gw untuk pergi bareng ke resepsi
temen diMasjid PLN duren tiga. Kita janjian di Dunkin Donuts mampang prapatan situ jam.11-an. Sesuai janji,
jam.11 gw udah nangkring manis di Dunkin dengan segelas kopi susu. 10 menit, 15
menit, 30 menit… temen gw itu [Nancy]
belum juga nongol [Gosh, waiting is the worst thing ever imagine deh!!], dia
sms katanya stuck kena macet [Even hari minggu gitu loh.

Jakarta makin ga terselamatkan nih!]. and u
know what time she arrived? Jam.12 teng! Pas 1 jam gw nunggu dia [Gila loe
Cyy..!!], padahal pestanya temen gw mulai dr jam.10-an sampe jam12.30, otomatis
kita cm punya waktu 30menit lagi sebelum diusir dari pesta [dan yang pasti ga
kenyang krn smua makanan pasti udah ludess!]. bener aja, pas masuk gedung,

“Lho
lho lho… Kok pelaminan kosong mba?”
gw nanya ke Nancy, ternyata sang pengantin udah turun
dari pelaminan dan udah gabung sama tamu2 VIP yang lain untuk makan. Bused deh,
beneran udah penghabisan banget nyampe sana!
Akhirnya cuma sempet foto2 bentar, ngobrol2 sama temen2 kantor yang msh bertahan
dengan tabahnya disana [thanks guys udah nungguin kita, hiks… we love you all!!
Muachh, tanda tangannya besok2 aja ya! Huehehehe…]. Iwedgina
Jam.1 kurang gw & Nancy
cabut ke Sensi, gw janjian sama temen gw yang lain [Windy from Provoke!] untuk
hadir ke pesta nikahannya Bounty [Bassist of Purgatory] dan Diella [ex. Drummer
of Zala & current Drummer of Amidala]. Ternyata eh ternyata, si doi minta
disamperin ke kosannya di Kb.Jeruk [Pliss deh Wind! Kalo ga inget gw sayang ma
elo tuh yee!!], untung taxi pake voucher, kalo ga mah gw ogah dari Sensi ke
Kb.Jeruk trus lanjut ke Ciledug [tempat resepsi]. Mana rumahnya di ujung berung
banget lagi, sempet nyasar ke nikahan orang lain [ahahahaha… geblek!]. sampe
sana udah jam2.30, tamu udah sepiiii… orang pertama yang gw liat batang
idungnya si Bang Didi [vokalis], pas masuk kedalam rumah baru gw ktemu the rest
of the Purgatory’s, cuma Amor yang ga ada krn ternyata dia udah balik kerumahnya
[pengantin baru payah nih, masih sore udah ga nahan aja pengen deket2 bini,
huehehehe…]. Bountys
Habis dr tempat resepsi sempet main ke Mayang [Markas Purgatory]
sebentar, habis itu gw harus terus lanjut ke Grogol janjian sama Oom gw untuk
ngambil titipan dari nyokap dikampung [Look, dari jaman puasa sampe mau taun
baruan gini nyokap masih betah dikampung! Mommy!!!!], magrib baru gw bisa balik
kerumah, naik busway, penuh, untungnya ga pake macet [kalo macet juga..
!@#$%^&*]  

Sampe
rumah jam.7-an. Tepar setepar2nya umat. Untung disogok sama bokap pake sate padang 1 porsi gede, yang
tadinya mulut udah bertekuk langsung melebar lagi…  

HABIS
MAKAN, TIDOOORRR!!!!!

Eh,
mandi dulu ding! Sometimes suka kelupaan mandi kalo udah ktemu kasur, hihihi… [sin
admission] 

~G~



Almost dead.
November 7, 2007, 11:44 pm
Filed under: Poems

Jack666rulez

The water was
obstructed the cold air surround her that it successfully witnessed the
dreadful tragedy in that never-ending nebulous blackened night she went
through. This astute beast spasmed on the cold floor like the most contemptible
thing ever imagined, mourning for a second more of twisted hope to her Lord. In
that very critical time, a series of vivid pictures took her back endways and
slapped her the hardest that she tried to breathe even more powerful yet more
painful than before. She wasn’t ready yet, for knowing that she won’t gain the
best from the worst, or maybe she deserves not of it. She wasn’t ready yet, for
knowing that her chance has stopped ever since she yelled about something she did,
while the fact is she didn’t. And there’re neither exits nor unlocked doors to
make her out from the ghosts of sin that have been haunting her for the past
five-time evolutions, she plays dead till it comes closer to her, literally…

 The
air and the water finally compromised with her avaricious demand.

“I WANNA LIVE
LONGER! Even if I have to stay a beast for the rest of my condemned fvckin
life….!!”

Then
they let her back to the veritably thing rotating in one spot in the middle of
the unlimited space of mystery…

 

Written on Nov
6, 2007

..Almost
dead..

~G~

 



Spiderman atau Scorpion?
November 4, 2007, 11:17 pm
Filed under: Curhat

Bunga

Biasanya dikantor gw tiap 2 minggu sekali
bunga-bunga penghias di ruang tunggu [lobby depan] selalu diganti dan pasti
selalu ada temanya. Kaya selama dua minggu kemarin tema kali itu adalah
Halloween so vas bunganya berbentuk Halloween pumpkin gitu, bertepatan sama
Halloween day tgl. 31 Oktober kemarin

Terus hari ini agen bunganya dateng lagi buat ganti bunga nya. Setelah
gw dan beberapa teman kantor perhatiin, bentuk bunganya itu persis banget kaya
laba-laba. Gw sampe wondering sendiri, "Emang temanya awal November ini
apaan ya sampe bentuk bunganya kaya laba-laba gini?", dari tadi pagi sampe
menjelang makan siang gw tetep ga bisa nebak kira2 temanya apa.

Pas udah jam makan siang salah satu temen kantor gw mau turun cari makan
& dia liat bunga "spiderman" itu, trus tiba2 dia nyeletuk,

"Oh, bunga nya lucu banget! Hari ini temanya Scorpio ya?"
Dalam hati gw bingung, apa hubungannya laba-laba sama Scorpio? Akhirnya
gw ga tahan juga mau tanya,

"Emang hubungannya Scorpio sama laba-laba apaan mba?"
"Lho, siapa bilang ini laba-laba?"
"He?… emang menurut mba bunganya mirip apaan?"
"Ini sih scorpion Wed, kalajengking…"
"Hah??!!" gw jawab sambil terus periksa2 bunga ini.

Ah engga ah! pikir gw, masa kalajengking begini bentuknya? Cuma emang,
kalaupun maksudnya mau niruin laba-laba, bentuknya emang ganjil juga sih…

Menurut loe, laba-laba apa kalajengking ya?